Tomasson Hidup Kembali Di AC Milan
Yang menjadi persoalan, Tomasson belum dapat permainkan andil ujung tombak namun Dalglish masih memaksain main dekat dengan gawang lawang. Agen Slot Terpercaya Di Koge ataupun Heerenveen, Tomasson membuat gol-golnya dengan mendadak, mengagetkan pemain belakang serta kiper yang memfokuskan perhatian mereka pada pemain lain.
Permohonan Dalglish sangat berat buat Tomasson muda, yang ketika itu anyar berumur 21 tahun. Hasilnya cuman 3 gol dalam 30 kompetisi di Liga Primer Inggris serta Liga Champions 1997/98. Tak mengagetkan sebab ketidaksamaan Tomasson dengan tugas yang dipercayai padanya udah tampak sejak mulai kompetisi pertama.
"Ia dapat lolos sejak mulai garis tengah namun tidak sukses [memaksimalkan kemungkinan]," kata Beardsley kembali kenang karir Liga Primer Tomasson, menentang Sheffield Wednesday. "Sejak mulai hari itulah tidak akan sama. Misal Alan Shearer segar kami barangkali lihat Tomasson yang beda, namun anak itu kerap kali mesti main sendirian di striker. Ia tak mujur."
Selanjutnya Tomasson cuman menduduki peringkat ke-2 kampiun skorer Eredivisie serta di final Piala Belanda club-nya kalah. Akan tetapi itu gak jadi bab buat Ajax, Atletico Madrid, serta Barcelona, di antara dari banyak club pencinta si sang striker muda, yang selanjutnya memutuskan Newcastle.
Menuding Tomasson atas tidak mampunya sesungguhnya tak adil. Togel Hari Ini Semuanya striker Newcastle musim itu tampil jelek. Paduan jumlah gol Tomasson, Ian Rush, Shearer, Asprilla, serta Paul Brayson cuman 21. Shearer, pembuat gol paling banyak pada banyak striker Newcastle ketika itu, cuman membuat tujuh gol.
Musim yang jelek di Newcastle membikin Tomasson tak dimasukkan ke Piala Dunia 1998. Si pemain lantas memutus kembali pada Belanda, tinggalkan Newcastle di tahun awalan dari 5 yang disetujui.
Di Feyenoord lalu AC Milan, Tomasson mendapatkan kembali peluang yang raib di Newcastle. Dalam andil yang cocok Tomasson jadi pahlawan kemenangan di final Piala UEFA dan turut persembahkan gelar Eredivisie, Johan Cruijff Shield, Liga Champions, Serie A, Coppa Italia, serta Supercoppa Italiana. Dalam 6 tahun sejak mulai tinggalkan Newcastle, Tomasson membawa tujuh trophy sementara sisa club-nya tak menangi apapun.